Ketua OSIS Divonis Tidak Naik Kelas


Sungguh aneh dan ini nyata terjadi. Seorang figur yang seharusnya memberikan contoh bagi anak buahnya ternyata harus menanggung kekecewaan yang begitu mendalam. Sebut saja SN (siswa kelas 2 Teknik Elektro), yang harus dinyatakan tidak lulus dari factor tingkat disiplin yang dinilai dari jumlah absensi melebihi target maksimal yang ditentukan di SMK Negeri Pakong. Yang menjadi bahan perbincangan hampir oleh setiap dewan guru bahkan siswa – siswi SMK Negeri Pakong adalah SN pada saat ini masih aktif dalam jabatannya sebagai ketua OSIS SMK Negeri Pakong.Suatu hal yang sangat ironis dan mungkin jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Seorang Ketua seharusnya dapat memberikan contoh bagi siswa – siswa yang lain dalam tingkat kedisiplinan. Mungkin dari segi IQ dikatakan pas – pasan namun tidak harus sering bolos atau segala macam sehingga terlalu fatal mempengaruhi penilaian sebagai penentu kenaikan kelas.

seorang pendidik tidak akan bertindak kejam selama siswa tersebut tidak keterlaluan dan masih bisa ditoleransi dalam pembelajaran, namun kalau segi moral sudah tidak dapat dipertanggung jawabkan sulit untuk memberikan nilai lulus bagi seorang pendidik. Ilmu masih bisa dicari bukan hanya disekolah, namun moral dan kepribadian tidak dapat ditawar lagi. kalau masalah ketuntasan belajar dapat diselesaikan dalam beberapa hari dengan melakukan remidi untuk memperbaiki nilai – nilai yang kurang, namun kepribadian tidak ada remidi namun harus ditunjukkan perubahan yang nampak dalam pengulangan.

Wali kelas sebagai pengganti orang tua di sekolah yang memperjuangkan siswa – siswa asuhnya tidak dapat berbuat banyak untuk memperjuangkan sang ketua OSIS. Berbagai alasan yang dilontarkan para dewan guru yang menjadikan sang ketua OSIS harus tetap tinggal kelas.

Semoga kejadian tersebut dapat diambil hikmahnya bagi yang mengalami dan dijadikan sebagai pembelajaran bagi yang lain, bahwa kepintaran bukanlah segalanya dalam pendidikan ini. Orang yang pintar namun memiliki moral yang tidak baik bisa saja mengalami kejadian seperti sang ketua OSIS, namun sebaliknya siswa dengan tingkat IQ yang pas-pasan dapat saja melanjutkan kelas tanpa harus mengalami rintangan karena budi pekerti yang baik.

Satu Tanggapan

  1. ya…………. gak pantas lahhhh seorang figur ….. yang seharusnya ngasik contoh baik malah begitu………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: