[CERPEN] BAGAI BUAH MANGGA YANG RANUM


BAGAI BUAH MANGGA YANG RANUM

Oleh : Nurul Aini XII TBS

Angin berdesir menyapa tumbuhan demi tumbuhan, seakan menyampaikan pesan-pesan keindahan dunia.Gerak semilir pohon-pohon kicauan burung seperti telah terdramatisasi menjadi sebuah alunan yang sangat menakjubkan.suasana pagi yang cerah sangat di damba oleh setiap makhluk untuk kesempurnaan hidup yang akan dijalani hingga menjelang petang.

Halo……..ada apa Roy……..???

o……..gitu,jadi barangnya butuh sekarang?,memangnya si ferdi kemana? Ok akan saya antar barang ini sekarang……!!!!

Seraya menutup handponnya dan bergegas kekamar mandi.Sesaat kemudian keluar,berganti baju dan pergi entah kemana.Begitulah kehidupan DINA,gadis remaja yang baru berumur 24 tahun.Dina hidup kara semenjak 5 tahun yang lalu,kedua orang tuanya sudah meninggal dunia karena suatu kecelakaan mobil.Dina tidak bisa menerima takdir yang memang telah ditakdirkan oleh yang maha kuasa,hingga akhirnya Dina memilih jalan dan lingkungan yang sesat dengan berfrofesi menjadi Bandar narkoba dan menjadi pemilik diskotik ternama senagai pusat pengopersian barang haram itu.

Setiap hari Dina selalu balik – balik antara diskotik dan rumahnya untuk mengambul dan meyebarkan narkoba – narkoba miliknya.

Suatu hari Dina bertemu dengan teman lamanya bernama Siska setalah lama berbicara, berbasa basi, akhirnya Siska bermaksud ingin bergabung dengan Dina, tentu saja Dina sangat mengetahui hal itu.

“Dina … benarkah kamu dina ….”

“maaf kamu siapa ?”

“saya siska Din, masak baru dua tahun tidak bertemu sudah lupa sich..?”

“Ya …. Ampun Siska, bagaimana kabar kamu ? katranya kamu pergi ke Inggris?”

Iya begitu lah Din…? Di Inggris aku tidak berhasil, aku memang bermaksud mencarimu

“kalau boleh ada apa kamu mencariku ?”

“aku tahu kalau kamu sekarang telah sukses dengan barang – barang itu. Maka dari itu aku bermaksud hendak bergabung denganmu. Agar kita menjadi patner yang hebat?”

“benarkah …..? tentu akan bisa menerima kamu. Kamu kan sangat lihai dalam mengurus bisnis seperti ini.”

“Terima kasih ya Din.”

“ okelah, Oh iya besok jangan lupa kesini ya….?”

“ Beres deh.?”

Pada malam harinya seperti biasa Dina pulang tengah malam dan langsung dan merebahkan badannya lambat laun matanya pun terpejam dan mengarungi bahtera impian, tapi tiba-tiba…. Ibu…

“ Astaga… Mimpi apa aku ini, kenapa mimpi seperti ini.”

Dina bangun dan mengambil air lalu meminumnya, kemudian dia duduk didepan kaca dan memandang dirinya sendiri, 2 utas air mata bening mengalir membasahi pipinya. Seraya berkata.

“ Ibu…. Kenapa aku jadi seperti ini, ini bukan aku Bu, bukan Dina Yah…., Hu… hu…hu… sambil menutup kedua mukamya, kring… kring… kring… tiba-tiba HP Dina berbunyi hingga mengejutkan Dina yang takut dalam tangisannya … Siska, nama itu yuang tertera dalam ponsel Dina

Ada apa sis …, o… jadi kamu ingin mengambil barangnya besok pagi ? ya sudah sampai jumpa besok pagi,:

Dina meletakkan ponselnya dan berbalik melihat sampai tepat jam 12.oo, kembali dan merebahkan matanya dan berharap akan tertidur pulas.

Tok…..Tok…..Tok…..

Tak lama kemudian, dina  membuka pintu dan ternyata yang dating adalah siska.”eh…..kamu sis”

Kamu gimana sich. Katanya janji jam 07.30 sekarang sudah jam 08.45 mau tau ?

“sorry….bangwet ya..soalnya tadi malam aku susah tidur ,ya sudah masuk  dulu aku ingin cerita sesuatu ama kamu”.

“memangnya ada apa ko’ serius banget”.

“gini aku tadi malem mimpi aneh lagi dan mimpinya itu sudah terulang seklama tiga malam bgerturut-turut”

Wah….ajaib bawnget  ya…. Mimpinya bias sama”.

“tadi malam aku mimpi bertemu dengan ibu,dia menemuiku sambil membawa mangga yang mentah dan kecut rasanya.dan satunya sangat ranum dan sangat manis rasanya.ibu bilang seperti ini”nak seandainya kamu di beri pilihan mangga yang mana yang akan kamu pilih?”

Terus aku bilang pilih yang karena rasanya sangat manis”.kemudian ibubilang lagi”nak suatu saat nanti kamu akan tau perbedaan mangga yang ranum ini dengan mangga yang masih mentah,tapi kamu harus terlebih dahulu terjatuh dan terpuruk”kemudian ibu menghilang begitu saja setelah aku panggil-panggil ibu tak juga menjawab.kir-kira menurut kamuapa arti dari mimpku itu,

“ya ampun dina kamu paranoit banget sich \,minmpikan Cuma bunga tidur saja tidak ada artinya sama sekali,udahlah mendinggan kamu cepetmandi dan ikut aku kediskotik soalnya disana sudah banyak pembeli brow….”

“benarkah mimpi itu tidak ada artinya sich…?”

“percaya dech ama aku,udah cepet sana mandi”

Dari hari ke hari,bulan ke bulan,usaha dina semakin maju pesat.hingga dina tak kuasa menggurusnya sendiri,akhirnya dina mengangkat siska sebagai orang kepercayaan dina.pada awalnya siska sangat bekerja sangat rapian memuaskan tapin lambat laun yang namanya manusia,meskipun memperoleh kedudukan yang bagus tapi tetap merasa kurang.da,meskipun mempergoleh kedudukan ska sebagai orang kepercayaan dina.pada awalnya siska sanenganenengan kedudukan yang dimiliki siska berniathendak menghancurkan dina.dan itu berhasil terwujud karena memangsudah terancang dengan rapi.

Kini dina resmi di tending dari apartemennya sendiri tanpa membawa uang sepersenpun untuk sekedar makan.sampai di tengah jalan dina berhenti di rel kreta api.

“ibu lebih baik aku menyusul ayah dan ibu saja.aku sudah tidak kuat seperti ini terus,semua hartaku sudah ludes,karena di tipu oleh siska sialan….ya tuhan aku lebih baik minta mati dan di siksa setelah nati dari pada disiksa hidup-hidup seperti ini”.

Dengan memejamkan mata,dina membentangkan tangannya dan melangkah manuju jalannya rel kreta api.tapi belum sampai rel menyentuh tubuh dina,dina beri kejutan dengan seseorang yang menarik tangannya hingtga dina terjatuh ke rel kreta api.

“aw….brengsek siapa kamu?”

“apa yang hendak nona lakukan.apakah nona hendak mengakhiri hidup nona?”

“apa urusan kamu ,sudah jangan ikut campur,”

“saya tidak bermaksud ikut campur nona tapi mengakhiri hidup yang sengaja itu sangat di laknat oleh Allah:

“tau apa kamu tentang hidup hidup ku kini telah hancur.?

“saya memang tidak tau apa-apa nona, tapi tidak kah anda berfikir jika anda memiliki seorang ibu yang masih hidup tidakkah anda kasihan jika ibu anda harus melihat kondisi …, bukan Dina Yah ahi pipinya. seraya aca bat laun matanya pun terpejam dan mengarungi bahtanaknya, jika ibu anda telah meninggal dunia tentulah beliau sekarang menangis sejadi-jadinya dan pasti akan melarang anda jika beliau bisa.”

Dina menjatuhkan dirinya dan bersimpuh

“tapi saya sudah benar-benar tidak punya siapa-siapa lagi dan saya juga tidak punya apa-apa lagi.”

“nona apapun jika kita mau bersabar dan berusaha serta diikuti do’a sudah pasti allah akan membantu kita.”

“terimakasih karena kamu telah menolongku.”

“berterimakasihlah pada dzat yang maha pengasih.”

“oiya, anda mau kemana nona,dan kalau boleh tau alamat rumah anda dimana?”

“saya sudah tidak punya rumah lagi semua harta saya sudah habis karena di tipu oleh sahabat saya sendiri.”

“astaufirullah….semoga allah membalas perbuatan teman anda,kalau anda mau anda boleh ikut ke rumah saya, tapi jangan salah paham dulu di sana saya tinggal dengan adik-adik angkat saya,tapi saya tidak akan serumah dengan anda karena kita bukan muhrim,saya akan tidur di mushallah dekat rumah.bagaimana apakah anda mau?”

“emh……..”

“anda tidak usah takut, saya hanya berniat ingin membantu.”

“baiklah saya mau ikut tapi sebelumnya, kamu siapa?”

“oiya,hampir lupa.perkenalkan nama saya Syamsul, saya di sini sudah dikenal dengan sebutan Bang Syamsul.anda sendiri siapa?”

“nama saya Dina.”

Dina bermaksud ingin berjabat tangan dengan Syamsul tapi Syamsul langsung merapatkan tangannya dan ditaruh tepat di dada.

“maaf nona kita bukan muhrim.”

Dengan malu-malu Dina menarik kembali tangannya pada angina sejuk yang mengalir di dalam hatinya.yang tidak bisa di tebak perasaan apakah itu.”

“mari nona,hari sudah menjelang malam.”

“I’….iya……”

Sesampainya di rumah Syamsul, dina terkejut ternyata dirumah terdapat banyak anak-anak, sekitar 12 anak.mereka semua bergegas menyalami Syamsul setelah mengetahui kedatangan Syamsul.setelah itu mereka berbalik menoleh pada Dina.Syamsul mengerti atas kebingungan yang di alami oleh adik-adik angkatnya dan langsung menjelaskan.

“adik-adik, kakak ini namanya adalah kak dina, nah mulai sekarang kak Dina akan bersama-sama kalian dan akan bersama-sama belajar dengan kita untuk itu sekarang ayo salaman sama kak Dina.”

Serentak anak-anak itu bersalaman pada Dina.

“selamat datang kak dina.”

“dina hanya tersenyum sangat malu pada anak-anak itu.

Waktu magrib telah tiba seperti biasa Syamsul mengumandangkan adzan dengan suara lantang dan merdu.sedangkan Dina yang mendengarkan suara adzan yang sepertinya baru kali ini merasakan kesenangan, kesejukan, kedamaian, kebahagiaan, yang amat sangat dalam jiwanya.Seusai sholat dan ngaji syamsul meminta penjaga musholla yang biasa di sebut bang udin untuk menemani menemui Dina,karena takut akan terjadi fitnah yang di prakarsai oleh makhluk yang sangat biadab yaitu “SYETAN”.

“Assalamualaikum………”

“eh abang……ada apa?

“kok ada apa,dijawab dulu salamnya!

“emmmm…….saya lupa cara menjawabnya!!!!!

“o,,,,,,,ya sudah saya akan ajari cara menjawabnya,Waalaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh”

“Wa..a…la……ikum…..salam…….warah……matulla……hi…wabaro……katuh……”

Dengan suara terbata-bata Dina menjawab salam dari Syamsul yang sebenarnya terkejut karma orang islam tapi tidak tau menjawab suatu doa yang sangat ringan tapi manfaatnya begitu besar begitu juga dengan bang udin.

“maksud kadatangan hanya untuk bartanya,kenapa nona dina tidak sholat berjema’ah di musholla,apa nona merasa sungkan atau takut?”

Dina terdiam dan menundukan kapalanya,lama menunduk akhirnya dina mengangkat wajahnya dengan air mata tergenang di wajahnya.

“nona menangis,apakah ada yang salah dengan ucapan saya?”

“tidak…….tidak ada yang salah…….!”

Terus kenapa anda menangis apa ada masalah,kalau boleh tau apa masalah anda,siapa tau saya dan bang udin bisa membantu”

“tidak ada apa-apa kok……..!!!”

“nnona maafkan saya jika saya lancing tapi ada kalanya kita harus berbagi agar perasaan kita lega tapi jika anda masih kurang percaya pada kami,tidak apa-apa,itu wajar,kita khan baru kenal tapi niat saya tulus ingin membantu”.

Dina menoleh pada syamsul dan secepat kilat dua bola mata itu saling berpandangan getaran di hati Dina yang dia rasa begitu aneh,begitu pula dengan samsul tapi cepat-cepat samsul memalingkan pandangannya agar tidak kalah pada godaan Syetan……

“astaughfirullah”

“sebenarnya saya merasa malu berada di tempat suci seperti tempat ini,saya sangat kotor,saya hina,saya busuk….hu…..hu……hu……”

Dengan luapan tangis karena sudah tidak kuat menahan beban yang bersarang dihatinya.

“saya tidak layak hidup di muka bumi ini,kamu salah telah menolong saya,kenapa tidak kamu biarkan saja saya mati.”

“sabar nona ALLAH sangat membenci orang-orang yang berputus asa

Dan menyerah pada nasib”

“tapi saya tidak mau hidup.semuanya telah pergi meninggalkan saya”

“anda jangan pernah merasa sendiri,karma ALLAH bersama dengan kita,setiap manusia pasti punya masalah tapi setiap masalah ada solusinya”

Sambil menyeka air matanya Dina berkata:

“tapi maaf saya tidak bisa bercerita apa-apa pada kalian”

“ya sadah tidak apa-apa,sekarang waktu isya’mari kita sama-sama ke musholla”

“tapi serang saya sudah lupa tata cara sholat karena sudah 5 tahun yang lalu saya tidak sholat”

“ya ALLAH…baiklah jangan khawatir saya,bang udin juga anak-anak akan membantu nona untuk bisa melaksanakan sholat,tapi terlebih dahulu nona harus membaca dau kalimat syahadat,dan mandi besar sebagai tahap awal penyucian diri”

Setelah itu Dina di bombing untuk melaksanakan sholat 5 waktu dengan bacaan-bacaan yang baik,tak khayal dalam kurun waktu 3 bulan Dina sudah bisa sholat sendiri dan sudah sangat fasih dalam bacaan-bacaannya.Dina juga belajar mengaji dari adik-adik angkat Syamsul walaupun agak sedikit malu karma cara mengajinya masih seperti anak TK,tapi Dina tetap berusaha.

Malam itu Dina baru selesai mengaji,dan meletakkan peralatan sholatnya kemudian mengambil buku dairynya

Edisi:22-Desember-2009

Aku tidak tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini,apakah benar ini yang namanya cinta????????? YA….ALLAH bertahun-tahun hamba melupakan engkau dan lebih memikirkan dunia,tapi baru kali ini hamba merasakan perasaan seperti ini apakah benar hamba telah mencintai bang syamsul,ya….ALLAH semoga saja tidak hamba takut ini datangnya dari syetan yang ingin menjerumuskan hamba……berikanlah hamba petunjukmu…amin”

Seraya menutup dan menaruh dairynya,kemudian Dina merebahkan tubuh dan memejamkan matanya untuk mengarungi pulau impian.

Sementara syamsul dengan tubuh gemetar,keringat bercucuran,mulut komat-kamit entah apa yang ia baca.tiba-tiba……..

“tunggu……………………………..”

Syamsul terbangun sambil mengucapkan istighfar beberapa kali.setelah sadar syamsul berkata:

“Ya ALLAH siapa ibu itu,mengapa aku bermimpi seperti ini,apa arti dari mimpi ini.mengapa ibu itu memberikan mangga yang ranum serta berpesan untuk menjaganya, ya ALLAH semoga saja mimpi ini bukan dari syetan……..”

Pagi itu cuaca sangat cerah secerah dua sejoli yang sedang dilanda cinta,tapi tetap menjaga kesucian cinta dengan selalu menyandarkan diri pada dzat yang maha suci.tepat jam 07.30 Dina bermaksud menemui syamsul di musholla,dina sengaja menemui syamsul di musholla Karena dina tau jika syamsul ditemui di tempat yang sepi pasti syamsul akan menolaknya.Dina bermaksud untuk bertanya sesuatu tentang agama pada syamsul yang masih belum ia pahami.setelah lama berdebat dan Dina mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan dari syamsul,Dina pamit undur diri karena sudah tiba waktu memasak.pada saat dina meninggalkan syamsul malah hati syamsul tidak karuan entah apa yang di rasakan syamsul.

“asstaughfirullahal’adhim,ampuni hamba ya allah jauhkanlah hamba dari kejahatan hawa nafsu hamba……..aminnnnnn”

Malam harinya kegalauan hati syamsul tidak kunjung reda.Akhirnya syamsul memutuskan untuk sholat istikhoroh,ia bermaksud memohon petunjuk atas kegalauan yang dia alami.tak lupa pula dengan sholat dua rokaat penegak malam yang biasa di sebut sebagai sholat tahajjud yang secara rutin dilakukan oleh syamsul sebagai penghias malam-malamnya.

2 orang wanita cantik terlihat dari kejauhan dang menghampiri syamsul dengan disertai cahaya yang menyilaukan mata syamsulwanita yang satunya sudah agak tua sekitas berumur 57 tahun dan dialah yang dating dalam mimpi syamsul pada malam sebelumnya.Tapi alangkah terkejutnya hati syamsul ketika menoleh pada gadis yang satunya yang tidak lain adalah DINA,dengan perpaduan kerudung biri serta gamis biru yang dikenakan oleh dina semakin menambah anggun kecantikan Dina.

“Nak……..ini yang ibu maksud sebagai buah mangga yang ranumitu,ibu harap kamu bisa membimbing,menyayangi,serta mau berbagi dengannya dalam keadaan suka maupun duka,jadikanlah dia sebagai wanita yang shalihah.ibu yakin kamu pasti bisa menjaga amanah dari ibu ini“

Adzan subuh membangunkan syamsul dari mimpinya,dengan muka yang masih dipenuhi rasa kebingungan syamsul langsung berdoa

“ya ALLAH ……apakah ini jawaban dari mimpi hamba yang sebelumnya,dan apakah benar dina adalah jodoh yang telah engkau berikan untuk hamba,jika memang benar yakinkanlah hati hamba ya ALLAH bahwa ini datangya dari engkau.

Syamsul bergegas ke kamar mandi mengambil air wudlu’kemudian bergegas ke musholla untuk menunaikan kewajiban seluruh umat yang sudah di tetapkan oleh ALLAH SWT.

Pagi itu Syamsul tak seperti biasanya dia tidak turun tepat jam 07.00 pagi tapi masih berdiam dimasjid sambil mulutnya tak henti-henti berdzikir bermunajat pada ALLAH SWT.Jam menunjukkan 09.00 syamsul menuju rumah Dina dengan di temani bang udin agar supaya tidak terjadi fitnah,sesampainya di tempat dina ,dina menyambutnya dengan ramah tamah.

“assalamualaikum”

“waalaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh”

“ada perlu apa bang…?”

“sebelumnya saya minta maaf ya nono dina”

“aduh bang sudah berapa kali saya bilang,jangan panggil saya nona,panggil saja atau adik”

“maaf saya lupa”

“ya sudah,tidak apa-apa,oiya abang masih belum menjawab ada perlu apa hingga abang berdua dating kesini?”

“begini dik sebenernya masalah in adalah masalah pribadi antara abang dan dik dina,tapi berhubung kitabukan muhrim hingga saya mengajak bang udin untuk menumani saya sebagai muhrim saya”

“memangnya ada apa bang kok sepertinya serius banget”

“iya dik……mungkn ini sudah menjadi petunjuk dari yang maha kuasa yang telah mempertemukan kita dengan jalan yang tidak di sangka-sangka”

“ya ampun bang saya semakin tidak mengerti apa yang abang katakana”

“eemmmm….m……m maukah adik menjadi makmum abang dunia akhira????????????”

Dina tercengang tanpa menjawab sepatah katapun,dia merasa kaget dengan apa yang dikatakan oleh syamsul secara tiba-tiba yang dia rasa itu mustahil terjadi.

“dik……..adik tidak apa-apa khan?”

“i…….iya bang maaf”

“bagaimana adik mau atau tidak?”

Dengan malu-malu Dina menjawab

“bagaimana adik bias menolak sedangkan hati dan juga cinta adik telah aban penjarakan semenjak adik berada di sini”.

“maafkan abang karena abang tidak sadar bahwa ada bidadari cantik yang telah bersemayam menghuni penjara abang”

“alhamdulillah………..akhirnya kita pulang juga mas, aku sudah sangat rundu pada kampong halaman”.

“pulang………pulang ke mana bang?”

“sudah nanti adik akan tau sendiri!”

Rencana pernikahan akan di gelar di masjid ternama.hari,tanggal dan undangan sudah tersebar.tepat pada hari akad nikah diberlangsungkan Dina dikejutkan dengan datangnya serombongan kiai yang tidak asing di jawa timur yaitu KH.ABDULLAH pengasuh poindok pesantren AL-HIKMAH.belum hilang kebingungan Dina,Dina tambah terkejut dan tidak percaya bahwa calon suaminya itu adalah salah satu putra KH.ABDULLAH,yang sengaja menyendiri kedesa untuk merasakan kehidupan yang di mulai dari nol.

Akad nikahpun di berlangsungkan tepat jam 08.00,dengan bahasa arab yang fasih syamsul menerima Dina sebagai pendamping hidupnya dunia akhirat,begitu juga dengan Dina yang mulai detik ini berjanji akan menjadi abdi setia suaminya untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Redup lampu seakan menambah keromantisan malam mereka,disertai deraian air mata Dina mencium tangan syamsul.

“bang sekarang adik sudah sepenuhnya milik abang,adik janji akan menjadi abdi setia abang”

“abang percaya bahwa ALLAH pasti akan menurunkan anugerahnya    dikenakan oleh dina semakin menambah

Bagi orang-orang yang mau bersabar”

“bang……”

“ya….”

“boleh adik tanya sesuatu ?”

“apa……?”

“dulu adik pernah bermimpi dan sampai sekarangpun adik masih bingung atas mimpi itu gini bang waktu itu adik seakan bertemu dengan alm ibu dia membawa 2 mangga,mangga yang satu mentah dan sangat kecut sedangkan mangga yang satunya ranum dang sangat manis,ibu menyuruhku untuk memilih diantara keduanya.Adik memilih mangga yang ranum,setelah itu ibu bilang lagi saya akan mengetahui arti dari mimpi itu setelah adik jatuh dan terpuruk,apakah abang tau arti dari mimpi adik?”

“subhanallah,sungguh ALLAH telah mengatur ini sudah sangat sempurna dik”

“maksud abang………………….?

“begini sekitar dua minggu yang lalu abang juga bermimpi bertemu ibu yang membawa mangga yang sangat ranum.beliau berpesan untuk menjaga mangga itu dengan sebaik-baiknya.setelah memohon petunjuk kepada allah akhirnya pada malam ke dua adik hadir dalm mimpi abang beserta ibu itu beliau berkata bahwa beliau ikhlas atas diri adik untuk menjadi pendamping abang”.

“jadi abang juga pernah bermimpi seperti itu?”

“iya dik…………..”

“Allhamdulillah,YA ALLAH kini hamba merasa menjadi orang yang palang engkau kasihi terimakasih ibu,terimakasih ayah,terimakasih sayang…………..”

“abang juga sangat bersyujur mempunyai istri seperti adik”

Kecupan mesra melayang di kening Dina,dina membalasnya dengan senyuman khas untuk suaminya.malam tersenyu bulanpun tak sanggup tuk mengintip dua sejoli yang sedang menyempurnakan ibada sebagai kiwajiban dan sunnatullah.

SELAMAT MEMBACA KARYA KAMI

SEKIAN

Satu Tanggapan

  1. salam kenal…

    blognya keren , artikelnya juga keren keren dan mantap mantap,,

    thanks, di tugggu kunjjungan baliknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: