CARA MENENTUKAN JUMLAH JAM DALAM SILABUS BERKAITAN DENGAN TATAP MUKA, PRAKTEK SEKOLAH DAN PRAKTEK INDUSTRI

Alokasi waktu setiap Standard Kompetensi (SK) pada struktur kurikulum (Misalnya 100 jam) dibagi dengan jumlah komptensi dasar dengan memperhatikan tingkat kesulitan materi dan luas cakupan materi (per KD tidak harus memiliki alokasi waktu yang sama). Untuk menentukan TM (Tatap Muka), PS (Praktek Sekolah) dan PI (Praktek Industri) dapat dilihat dari kebutuhan masing-masing KD dengan acuan (tetapi tidak harus sama seperti pola berikut) :

  • 1 Jam TM diakui setara 1 jam PBM
  • 1 Jam PS diakui setara 2 Jam PBM
  • 1 Jam PI diakui setara 4 Jam PBM

Untuk lebih detail download disini

PROBLEMA – TENAGA PENDIDIK SMKN 1 PAKONG

Tentu banyak yang belum tahu bagaiman SMK Negeri 1 Pakong. SMK Negeri 1 Pakong adalah sebuah sekolah yang dirintis pada tahun 2004 dan hanya memiliki satu lokal bangunan yang ditempati sebagai ruang kepala sekolah, Ruang Tata Usaha dan Ruang Guru. Sementara kegiatan Belajar Mengajar (Ruang Kelas masing dompleng di Ruang Kelas SMP Negeri 1 Pakong. Oleh karena itu SMK Negeri 1 Pakong dinamakan SMK Kecil di SMP karena masih numpang. Namun lain dulu lain sekarang. SMK Negeri Pakong sudah memiliki lokal yang cukup walau belum lengkap. Sudah dilengkapi dengan ruang Lab. Multimedia, Ruang Lab Komputer, Ruang Lab Elektronika, Lab. Tatabusana dan lokal Kelas walau masih belum tercukupi dengan jumlah murid yang ada. Sekarang masih dalam proses pembangunan untuk ruang lokal kelas baru. Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN DENGAN 25% APBD

PENDIDIKAN DENGAN 25 % APBD

“Dalam hal ini ada sebuah pertanyaan mendasar, mengapa kabupaten Pamekasan yang notabene Dana Alokasi Umumnya (DAU) dan Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) paling kecil dibandingkan kabupaten yang lainnya di Jawa Timur , bisa menetapkan anggaran pendidikan melebihi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ?”

Barangkali kabupaten Pamekasan akan menjadi contoh dan barometer seluruh kabupaten/ kota di Jawa Timur bahkan di Seluruh Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya komitmen dan keberanian dengan menetapkan anggaran 25 % dari seluruh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di kabupaten Pamekasan. Padahal kalau kita cermati, peerintah pusat saja tidak berani mematok 20 % untuk anggaran pendidikan pada penetapan APBN ataupun APBN-P. Bahkan sampai sekarang dana khusus untuk pendidikan hanya bisa memenuhi target maksimal 11, 8 % dari total APBN dalam setiap tahunnya. Baca lebih lanjut

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

“Penelitian Tindakan Kelas (PTK) saat ini mungkin menjadi barang baru dan semakin trend dilakukan dan dikembangkan oleh para profesional guru sebagai upaya untuk memecahkan masalah dan peningkatan mutu di berbagai aspek pembelajara”

Guru yang baik adalah guru yang punya komitmen untuk mengevaluasi, mengoreksi dan mengintropeksi diri terhadap semua bentuk kekurangan dan kelemahan dalam semua aspek kegiatan pembelajaran. Evaluasi dini sangat dibutuhkan karena mencakup validitas keberhasilan dan ketercapaian sebuah pembelajaran sebagai bentuk pertanggung jawaban baik kepada Tuhan, sekolah, lingkungan, dan dirinya sendiri. Evaluasi itu mulai dari perangkat, skenario pembelajaran (teknik dan strategi pemelajaran), Baca lebih lanjut

PBM JAM TERAKHIR MENJEMUKAN

(Upaya Membangkitkan Semangat Belajar pada saat jam terakhir PBM)

“Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membangkitkan motivasi belajar pada saat jam terakhir (kondisi kurang bargairah, turunnya semangat belajar), dan jika berhasil memanfaatkan jam terakhir dengan baik maka inovasi-inovasi akan segera kita temukan”

Jam terakhir pelajaran merupakan suasana membosankan, hal ini tidak hanya dirasakan siswa tapi guru juga menghadapi kondisi yang sama. Pada suasana jam terakhir secara fisik siswa sudah mulai letih karena pengaruh tubuh yang mulai merasakan kelaparan dan lemahnya otot-otot yang disebabkan karena kekurangan energi. Baca lebih lanjut

KONTROVERSI UJIAN NASIONAL

“Kebijakan Pemerintah tentang Standar Nasional yang telah memberatkan dunia pendidikan seharusnya diimbangi dengan implementasi kebijakan yang seimbang terutama menyangkut peningkatan kualitas SDM Guru, kesejahteraannya, dan perbaikan sarana dan infrastruktur yang mendukung peningkatan mutu pendidikan”.

Bagi sebagian besar kalangan pendidikan antara Guru dan UNAS merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan karena adanya faktor ketergantungan yang sama-sama mempunyai pengaruh dan saling membutuhkan. Baca lebih lanjut